DewiBet Blackberry Messanger2B261360 Yahoo MessangerAG.DEWIBET DewiBet Phone/Call/Sms+855 1769 7893 DewiBet FacebookAGEN.DEWIBET DewiBet TwitterDEWIBET
Dewibet Google PlusDEWIBET Dewibet SkypeDEWI.BET Dewibet Kakao TalkDEWIBET Dewibet Line chatDEWIBET Dewibet WechatDEWI_BET
DewiBet.Net Agen Dan Bandar Judi Taruhan Online BOLA, CASINO, POKER, TANGKAS DAN TOGEL Online Terpercaya DewiBet.Net Agen Dan Bandar Judi Taruhan Online BOLA, CASINO, POKER, TANGKAS DAN TOGEL Online Terpercaya DewiBet.Net Agen Dan Bandar Judi Taruhan Online BOLA, CASINO, POKER, TANGKAS DAN TOGEL Online Terpercaya DewiBet.Net Agen Dan Bandar Judi Taruhan Online BOLA, CASINO, POKER, TANGKAS DAN TOGEL Online Terpercaya DewiBet.Net Agen Dan Bandar Judi Taruhan Online BOLA, CASINO, POKER, TANGKAS DAN TOGEL Online Terpercaya DewiBet.Net Agen Dan Bandar Judi Taruhan Online BOLA, CASINO, POKER, TANGKAS DAN TOGEL Online Terpercaya
Home » , , , , , » Freddy Budiman Kelas Ecek-Ecek

Freddy Budiman Kelas Ecek-Ecek

AGEN KARTU CAPSA - Sedikitnya 72 jaringan mafia narkoba bereda di Indonesia " Freddy ( Budiman ) hanya kelas ecek-ecek jika di bandingkan dengan yang sedang kami intai ini " tegas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BNN Slamet Pribadi.
Slamet Pribadi 2
Slamet menjelaskan, sosok gembong narkoba, Freddy Budiman, bukan pemain besar dalam bisnis narkoba di Indonesia. Menurut dia, masih banyak gembong lain yang jauh lebih besar ketimbang Freddy. Hal ini karena Freddy hanya kepanjangan tangan dari seseorang. Menurut Slamet, saat ini sebagian besar mafia narkoba telah ditangkap. Tapi masih ada beberapa orang dalam jaringan mafia yang masih bebas berkeliaran. BNN perlu bukti untuk menangkap mereka. Sebab, biasanya, ucap dia, orang tersebut memakai kaki tangan. Slamet menuturkan satu di antara pemain besar yang sudah ditangkap di Indonesia adalah Chandra Halim alias Akiong. Nama Akiong disebut-sebut memiliki akses khusus ke Tiongkok untuk membeli narkoba. Menurut Slamet, dia adalah terpidana mati dan saat ini masih berada di dalam penjara.
Akiong, 42 tahun, berasal dari Pontianak dan ditangkap kepolisian bersama Freddy. Menurut dia, Akiong punya akses ke Tiongkok dan mengetahui keberadaan perusahaan sabu-sabu di Cina. Dia secara langsung bisa melakukan transaksi dengan bandar asal Tiongkok, Wang Chang Su, warga negara Hong Kong pemodal sekaligus bos dari Freddy Budiman dan Akiong. Freddy sendiri ditangkap setelah terbukti mengimpor 1,4 juta butir ekstasi pada Mei 2012. Dia mengirim paket ekstasi asal Cina itu ke Institusi Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Ekstasi yang dikirim melalui jalur laut ini berasal dari Pelabuhan Lianyungan, Shenzhen, Cina, dengan tujuan Jakarta. Freddy mengkau mengeluarkan uang Rp 400 miliar untuk belanja ekstasi tersebut. Dia dieksekusi mati oleh Kejaksaan Agung pekan lalu. Sebelum dieksekusi mati, rupanya Freddy pernah menceritakan mengenai keterlibatan pejabat kepolisian dan BNN dalam jaringan narkobanya. Cerita Freddy ini diungkapkan kordinator Kontras, Haris Azhar.
BANNER
Namun mantan Deputi Bidang Pemberantasan BNN Purnawirawan Inspektur Jenderal Benny Mamoto meragukan keterangan Freddy bahwa ada anggota BNN yang diajak pergi ke Cina. Sebab, dia mengaku tak pernah menugaskan penyidiknya berangkat ke Cina bersama Freddy. "Soalnya Freddy tak punya koneksi di sana," ujarnya. Benny Mamoto justru mengkritik Harris yang baru membeberkan informasi itu setelah Freddy dieksekusi. Ia menyarankan, informasi semacam itu disampaikan minimal sepekan sebelum eksekusi. Jadi, tutur dia, BNN dan kepolisian bisa menyelidiki, termasuk meminta keterangan Freddy.
Post By dewibola88.com